Senin, 26 Desember 2011

Agar Bebas Dari Serangan Epilepsi


Anda bisa membantu si kecil menghindari serangan epilepsi, dengan catatan tanpa harus membuatnya tertekan. Misalnya dengan cara melarangnya bermain. 
Sebagai orang tua lakukanlah hal-hal sebagai berikut: 

* Konsultasi
Ajak si kecil berkonsultasi secara rutin dan teratur ke dokter. Lebih baik Anda mengkonsultasikannya dengan dokter syaraf anak. 

Langkah Tepat Mengatasi Serangan Epilepsi


Selama epilepsi menyerang, yang paling penting diwaspadai adalah anak tidak tersedak oleh muntahannya sendiri dan tidak terkena cedera. 

Berikut langkah penting lainnya. 

  • Begitu timbul gejala pertama serangan, telungkupkan si kecil dengan kepala miring ke samping. Beri ia sandaran kepala yang empuk, bantal, atau tangan Anda.
  • Kendurkan pakaiannya agar ia tetap bisa bernapas.
  • Jauhkan segala benda dari tangan dan kakinya yang kejang-kejang dan jangan menahan kejangnya.
  • Jangan paksakan memasukkan benda ke dalam mulut anak jika giginya tengah menggigit satu dengan lainnya. Benda-benda keras, seperti sendok hanya akan melukai mulut dan bibir si kecil. Bila mulut agak terbuka, lindungi lidahnya dengan benda lunak, seperti saputangan yang dilipat di antara gigi.
  • Jika serangan sudah menghilang, biarkan ia tertidur tanpa terganggu.
  • Pemulihan selanjutnya dilakukan untuk membangkitkan rasa percaya dirinya. Jika ia sudah besar, ibu atau ayah bisa menceritakan hal tersebut tanpa menakut-nakuti.

EPILEPSI


Epilepsi, menurut dr.H. Rachmat Sentika, Sp.A., MARS, dari RS Internasional Bintaro, adalah bangkitan berulang secara periodik, berupa gangguan kesadaran, gangguan motorik, sensorik, otonom, fungsi luhur, dan gangguan tingkah laku. Tanda-tandanya bisa berupa kehilangan kesadaran untuk waktu tertentu, kejang-kejang, lidah menjulur, keluar air liur, gemetar, tiba-tiba black out. 

Bisa juga muncul dalam bentuk gangguan tingkah laku, gangguan halusinasi, berkeringat, panas tinggi, mata kucing pada mata melebar, atau seolah-olah tertidur. Atau bisa juga muncul hanya dengan mata berkedip-kedip. 


Minggu, 25 Desember 2011

Jangan Sepelekan Manfaat dari 6 Makanan Ini

Kita semua tahu bahwa wortel dan tomat kaya akan vitamin, mineral dan juga zat antioksidan. Tetapi bagaimana dengan peterseli dan lobak? Jangan buru-buru menyepelekannya.

Menurut Kerri-Ann Jennings, M.S., R.D., pakar gizi untuk majalah Eating Well, makanan yang biasanya hanya berfungsi sebagai penghias seperti Peterseli (Parsley), mengandung 156 persen kebutuhan harian Vitamin K. 

Berikut  manfaat dari makanan dan minuman lain yang mungkin akan mengejutkan Anda.

Sabtu, 24 Desember 2011

5 Langkah Ini Bisa Bantu Membersihkan Paru-paru

Hidup di daerah ibu kota memiliki tingkat polusi yang tinggi sehingga bisa mempengaruhi kondisi paru-paru. Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu membersihkan paru-paru.

Sistem kekebalan tubuh sebenarnya memiliki fungsi tertentu untuk melakukan penyembuhan dan bekerja keras memulihkan kondisi paru-paru yang sudah terpapar oleh berbagai zat yang ada di lingkungan.

Jumat, 23 Desember 2011

Dampak Serius Bakteri E.coli Lebih dari Sekedar Diare


Selama ini bakteri Escherichia coli (E.coli) lebih sering dikenal sebagai penyebab gangguan pencernaan seperti diare. Tapi dampak lain dari pencemaran bakteri coli ternyata lebih dari sekedar diare. Apa saja?

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam
British Medical Journal ditemukan orang yang mengonsumsi air yang tercemar E.coli memiliki peningkatan risiko terkena tekanan darah tinggi, masalah ginjal dan juga penyakit jantung di kemudian hari.

Kamis, 22 Desember 2011

Kurang Minum Bisa Bikin Orang Gampang Marah

Pada kondisi tertentu seseorang bisa jadi gampang atau mudah marah. Jika tidak menemukan alasannya, ada kemungkinan kondisi yang gampang marah ini akibat tubuh kekurangan cairan atau minum.

Para peneliti dari University of Connecticut’s Human Performance Laboratory menemukan dehidrasi ringan bisa mengubah suasana hati seseorang, tingkat energi dan juga fungsi mentalnya. Salah satu gejala yang muncul adalah tiba-tiba merasa emosi atau mudah sekali marah.

Selain itu peneliti juga menemukan dehidrasi ringan terutama pada perempuan yang masih muda bisa menyebabkan sakit kepala, kelelahan dan sulit berkonsentrasi, serta ia harus berjuang keras untuk menyelesaikan tugas yang sederhana.