Rabu, 14 Desember 2011

Keropos Tulang Pada Anak


Akan tampak sejak lahir dengan tulang yang bengkok-bengkok. Penyakit ini bisa ringan bisa fatal, tergantung luas kerusakannya. 

Penyakit keropos tulang yang lebih dikenal dengan istilah osteoporosis, rasanya tak asing bagi telinga kita. Hanya saja, kita lebih mengenal penyakit ini diderita para orang tua atau dewasa. Padahal, penyakit ini pun bisa menimpa pula para remaja dan anak, baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan, berdasarkan pengalamannya, rata-rata pasien yang berobat usianya masih bayi atau di atas 3 bulan.

Pada anak, penyakit ini disebut dengan istilah osteogenesis imperfekta (OI) atau pembentukan tulangnya tak sempurna. Penyakit ini berisiko untuk mudah terjadi patah tulang. Kadang patahnya tak memerlukan benturan atau trauma hebat, cukup yang ringan pun bisa patah. "Jadi, kalau dibilang tulangnya lembut, tapi tanpa menimbulkan risiko patah, maka itu belum sampai pada istilah medis osteoporosis.”

Selasa, 13 Desember 2011

Obati Luka Dengan Kopi


Siapa yang tak kenal kopi? Serbuk hitam beraroma khas ini sangat digemari di Indonesia. Tapi tahukah kita kalau kopi tak hanya identik dengan minuman yang begitu nikmat saat diseruput selagi hangat? Selain sebagai pengusir kantuk yang membuat tubuh kembali terasa segar, kopi ternyata mampu diandalkan untuk mengobati luka.

Dr. Hendro Sudjono Yuwono MD, Ph.D. sudah membuktikan khasiat kopi tersebut. Ahli bedah pembuluh darah  ini sudah berkutat melakukan serangkaian penelitian terhadap kopi sejak awal tahun 2004. Hasilnya? Kopi ternyata sangat efektif dan aman untuk mengatasi berbagai jenis luka! Dari luka besut lantaran terjatuh, luka tergores benda tajam, luka bakar, sampai luka "koreng" yang sudah terinfeksi. Hebatnya lagi, semua usia dapat menggunakannya, termasuk anak-anak.

Senin, 12 Desember 2011

HATI-HATI MEMBEDAKI BAYI


Ternyata bayi tak wajib pakai bedak. Apa sebab? Jikapun ingin membedakinya, boleh-boleh saja. Asal hati-hati, Jangan sampai mengenai alat kelamin, terutama pada anak perempuan. 

Sehabis bayi dimandikan, biasanya para ibu akan membubuhkan bedak di tubuh si bayi. Begitupun setelah si bayi usai dibersihkan sehabis buang air, tak lupa dibedaki. Tujuannya agar kulit si kecil tak jadi kasar atau timbul lecet-lecet. 

Hal ini, sedikit banyak ada benarnya. "Bedak memang bisa untuk mengurangi keringat. Juga berfungsi sebagai pelicin karena kulit bayi masih sangat peka dan gampang luka akibat gesekan. Nah, dengan bedak, gerakan-gerakannya jadi lebih smooth".

Minggu, 11 Desember 2011

Aneka Obat Tradisional Untuk Anak



Si kecil minum jamu? Boleh saja sepanjang untuk penyakit ringan. 

Saat harga obat-obatan farmakologi melambung, obat tradisional kembali dilirik. Hanya saja, orang tua kadang ragu untuk memberikannya pada anak. "Apa boleh, ya, anak dikasih obat tradisonal? Kalau boleh, harus bikin sendiri atau beli yang sudah jadi?"  

Pemakaian obat tradisonal boleh-boleh saja  tapi hanya untuk penyakit ringan." Penyakit ringan itu antara lain flu, batuk, tak nafsu makan. "Jadi, penyakit yang diakibatkan oleh menurunnya daya tahan tubuh." 

Sabtu, 10 Desember 2011

Pentingnya Kalsium Bagi Remaja Putri


Kalsium merupakan mineral penting yang diperlukan untuk memperkuat tulang. Kandungan kalsium dalam tulang berkurang seiring dengan pertambahan usia, terutama pada wanita, apalagi setelah memasuki masa menopause. 

Gadis remaja yang kurang mengonsumsi zat makanan yang dapat menguatkan tulang diperkirakan akan memiliki tulang yang rapuh dan mudah cedera saat dewasa kelak. Anak-anak yang berusia lebih dari 10 tahun perlu mengonsumsi 1.300 mg kalsium per hari.

Jumat, 09 Desember 2011

Mengatasi Keracunan Pada Anak


Kita perlu mengenali bahan-bahan yang dapat meracuni tubuh serta gejala dan penanganannya.
 
Peran orang tua dalam pencegahan maupun penanganan bahaya keracunan pada anak sangatlah besar. Anak belum dapat membedakan mana yang baik dimakan dan tidak. Bahkan di usia dini, apa saja yang bisa dipegang dan dimasukkan ke mulut, akan dilakukannya. Sekalipun beracun, anak tidak mempedulikannya. Nah, tugas orang tualah untuk menyimpan benda dan zat berbahaya, seperti minyak tanah, obat serangga, sabun, cairan pembersih, pewarna kuku dan sebagainya di tempat yang aman dari jangkauan anak. 

Keracunan atau masuknya zat racun ke dalam tubuh anak lebih sering terjadi di rumah atau lingkungan sekitar rumah. Prosesnya bisa melalui saluran pencernaan, saluran napas, dan permukaan kulit atau mukosa yang menimbulkan gejala klinis. 

Kamis, 08 Desember 2011

Jenis Kanker dan Aneka Pengobatan Pada Anak


 Ada beberapa jenis kanker pada anak seperti yang disebut dibawah ini:

* Leukimia 

Dikenal dengan kanker darah. Gejala leukimia akut ditandai dengan demam berkepanjangan. Anak tiba-tiba pucat (mendadak) tanpa ada perdarahan. Perdarahan dapat terjadi misalnya di kulit atau di gusi bila sikat gigi, atau mimisan tanpa sebab. Kemudian muncul warna biru-biru di kulit.
Masing-masing gejala ini tak bisa berdiri sendiri. Kaki anak yang biru-biru, misalnya, tak berarti ia leukimia jika tanpa disertai gejala di atas. Selain itu, berat badan menurun dan nafsu makan turun.

* Limfoma 

Merupakan kanker kelenjar getah bening. Keluhannya biasanya dengan membesarnya perut. Juga ada pembesaran kelenjar getah bening dengan cepat tanpa rasa nyeri dan tanpa tanda-tanda infeksi yang terjadi pada suatu tempat (umumnya di leher) atau di tempat lain. 
Kemudian, ada atau tanpa gangguan kencing, panas badan yang naik-turun, nafsu makan dan berat badan turun, anak lesu tak mau bermain.
Dokter akan mendeteksi lewat rontgen dan kemudian mengirimnya ke rumah sakit untuk dilakukan klarifikasi lebih lanjut.