Jumat, 09 Desember 2011

Mengatasi Keracunan Pada Anak


Kita perlu mengenali bahan-bahan yang dapat meracuni tubuh serta gejala dan penanganannya.
 
Peran orang tua dalam pencegahan maupun penanganan bahaya keracunan pada anak sangatlah besar. Anak belum dapat membedakan mana yang baik dimakan dan tidak. Bahkan di usia dini, apa saja yang bisa dipegang dan dimasukkan ke mulut, akan dilakukannya. Sekalipun beracun, anak tidak mempedulikannya. Nah, tugas orang tualah untuk menyimpan benda dan zat berbahaya, seperti minyak tanah, obat serangga, sabun, cairan pembersih, pewarna kuku dan sebagainya di tempat yang aman dari jangkauan anak. 

Keracunan atau masuknya zat racun ke dalam tubuh anak lebih sering terjadi di rumah atau lingkungan sekitar rumah. Prosesnya bisa melalui saluran pencernaan, saluran napas, dan permukaan kulit atau mukosa yang menimbulkan gejala klinis. 

Kamis, 08 Desember 2011

Jenis Kanker dan Aneka Pengobatan Pada Anak


 Ada beberapa jenis kanker pada anak seperti yang disebut dibawah ini:

* Leukimia 

Dikenal dengan kanker darah. Gejala leukimia akut ditandai dengan demam berkepanjangan. Anak tiba-tiba pucat (mendadak) tanpa ada perdarahan. Perdarahan dapat terjadi misalnya di kulit atau di gusi bila sikat gigi, atau mimisan tanpa sebab. Kemudian muncul warna biru-biru di kulit.
Masing-masing gejala ini tak bisa berdiri sendiri. Kaki anak yang biru-biru, misalnya, tak berarti ia leukimia jika tanpa disertai gejala di atas. Selain itu, berat badan menurun dan nafsu makan turun.

* Limfoma 

Merupakan kanker kelenjar getah bening. Keluhannya biasanya dengan membesarnya perut. Juga ada pembesaran kelenjar getah bening dengan cepat tanpa rasa nyeri dan tanpa tanda-tanda infeksi yang terjadi pada suatu tempat (umumnya di leher) atau di tempat lain. 
Kemudian, ada atau tanpa gangguan kencing, panas badan yang naik-turun, nafsu makan dan berat badan turun, anak lesu tak mau bermain.
Dokter akan mendeteksi lewat rontgen dan kemudian mengirimnya ke rumah sakit untuk dilakukan klarifikasi lebih lanjut.

Rabu, 07 Desember 2011

Tips Membersihan dan Mencegah Muntah


Membersihkan Muntah
Langsung bersihkan bekas muntah dengan lap basah atau kering agar tak sempat berkontak terlalu lama dengan kulit si bayi. Kalau tidak, kulit akan memerah atau terjadi iritasi, yang berarti harus dilakukan pengobatan khusus.
Untuk membersihkan bekas muntah pada perabot atau lantai maupun pakaian yang terkena muntah, gunakan campuran air dan soda kue. Selain dapat menghilangkan noda yang menetap, juga akan menghilangkan baunya.



Mencegah Muntah
Masih ada beberapa hal lagi yang perlu diperhatikan para ibu untuk mencegah kemungkinan bayi muntah, yakni: 
 
  1. Jangan memberi minum susu selagi bayi menangis. Berhentilah menyusui untuk               menenangkannya.
  2. Tegakkan bayi setegak mungkin selama dan beberapa waktu setelah minum susu.
  3. Pastikan dot botol tak terlalu besar atau terlalu kecil, dan botol dimiringkan sedemikian rupa sehingga susu, bukan udara, yang memenuhi bagian dotnya.
  4. Jangan mengangkat-angkat si bayi selama atau sesudah ia minum. Jika mungkin letakkan dan ikat sebentar si bayi pada kursi bayi atau kereta dorongnya.
  5. Jangan lupa membuat bayi bersendawa.

Muntah Yang Harus Diwaspadai


Ada beberapa bentuk muntah pada bayi yang harus diwaspadai para ibu, yakni: 

* Muntah sehabis diberi makan atau disusui bila muntahnya berwarna hijau tua. 

Hal ini menunjukkan ada kelainan pada saluran pencernaan si bayi, yakni ada sumbatan di bawah usus halus. Warna hijau tua pada muntah merupakan cairan dari empedu yang keluar. Kadang kalau ada sumbatan, meskipun si bayi tidak makan, ia bisa muntah karena cairan empedu keluar dan enzim-enzim lain tak bisa lewat. 

Ada dua macam sumbatan, yang penuh dan parsial (sebagian). Sumbatannya bisa di mana saja. Bisa di antara oserfagus dan lambung atau antara lambung dan usus. Karena ada sumbatan yang parsial, kadang kelainan ini tak bisa diketahui secara pasti penyebabnya sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Misalnya dengan rontgen atau USG dicari penyebabnya lalu dihilangkan. Bila perlu dilakukan operasi jika sumbatannya akibat tumor atau kelainan bawaan. Tapi kasus seperti ini jarang terjadi. 

Waspadai Jika Bayi Anda Muntah Terus


Hampir setiap bayi pernah muntah dan bisa terjadi di usia berapa saja. Muntah seperti apa yang harus diwaspadai? 

Para ibu, apakah Anda masih memakaikan gurita pada si kecil? Bila ya, sebaiknya segeralah hentikan. Sebab, pemakaian gurita dapat menyebabkan bayi muntah.
Apa hubungannya? "Pemakaian gurita membuat lambung si bayi tertekan. Bila dalam keadaan seperti itu si bayi dipaksakan minum, maka cairannya akan tertekan. Maka bayi bisa muntah". 

Hal lain yang paling sering bikin bayi muntah ialah posisi menyusui. Sering ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran nafas. Bayi pun muntah. 
Jadi posisi yang baik pada saat menyusui, yaitu posisi bayi dimiringkan. Kepalanya lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan yang masuk bisa turun ke bawah.

Selasa, 06 Desember 2011

Mengatasi Kelainan Kulit


Cara terbaik adalah membawa si kecil ke dokter sesegera mungkin bila ia diduga terkena eksim agar memperoleh pengobatan yang tepat. Di samping itu, tak ada salahnya Anda melakukan perawatan sendiri di rumah untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan sakit yang ditimbulkan berbagai kelainan kulit tersebut: 

* Ganti Popok Segera 

Ruam kulit bisa timbul karena popok yang basah. Segeralah mengganti popok bayi jika ia ngompol. Kalau si kecil menggunakan diapers, jangan lupa untuk sering memeriksanya. Jangan sampai membiarkan genangan air seni atau tinja di dalam diapers. Sebaiknya ganti diapers 3-4 jam sekali. Kecuali jika ia buang air besar, harus langsung diganti. 

JIKA SI KECIL TERKENA EKSIM


Kulit si kecil amat sensitif, mudah terkena iritasi maupun infeksi. Kalau tidak hati-hati, si kecil bisa menderita eksim. 

Keadaan kulit merupakan "cermin" kesehatan tubuh. Penampilan seseorang secara keseluruhan akan menarik bila kulitnya sehat, segar, dan bersih. Begitu juga dengan penampilan si kecil Anda. 

Kulit anak, terutama bayi, berbeda dengan orang dewasa. "Lebih tipis dan halus. Itu sebabnya kulit bayi lebih peka bila terpapar bahan-bahan asing, seperti keringat atau urin,". 

Gangguan yang timbul bisa berupa ruam kulit, dengan ditandai kemerahan kulit dan gatal-gatal, yang menunjukkan telah terjadi peradangan. Pada kondisi yang lebih parah, timbul bintil-bintil dan adakalanya melepuh.