Rabu, 18 Januari 2012

KB Spiral Turunkan Risiko Kanker Serviks


Para wanita yang menggunakan kontrasepsi jangka panjang jenis intrauterine device (IUD), atau awam biasa menyebutnya spiral, bisa memperoleh manfaat tambahan berupa menurunnya risiko terkena kanker serviks atau leher rahim.

Dalam studi di Spanyol yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan The Lancet Oncology disebutkan, ada penurunan signifikan risiko kanker serviks pada pengguna kontrasepsi IUD.
Walau IUD tidak berpengaruh pada risiko infeksi HPV (human papilloma virus), virus yang menyebabkan kanker serviks, tetapi alat kontrasepsi yang dimasukkan dalam rahim tersebut diketahui mencegah HPV menjadi ganas dan menyebabkan kanker.

Selasa, 17 Januari 2012

Bahaya Kurang Vitamin D pada Wanita Usia Lanjut


Defisiensi vitamin D pada orang berusia lanjut ternyata tidak hanya memicu risiko keropos tulang atau osteoporosis. Sebuah riset terbaru mengindikasikan, kekurangan vitamin D pada wanita berusia lanjut memiliki hubungan dengan risiko kematian yang lebih tinggi.

Dalam risetnya, Dr Stefan Pilz, ilmuwan dari Medical University of Graz Austria melibatkan hampir 1.000 penghuni panti jompo wanita berusia rata-rata hampir 84 tahun. Hasil analisis menemukan, sebanyak 284 (30 persen) wanita berusia lanjut ini meninggal setelah dipantau perkembangannya selama hampir 27 bulan. Para peneliti juga menemukan, sebanyak 93 persen wanita memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah dari yang direkomendasikan.

Senin, 16 Januari 2012

Nyeri Leher Sering Diderita Pengguna Ponsel


Sebuah gangguan kesehatan baru yang diderita leher atau disebut "text neck" makin banyak dialami seiring dengan meningkatnya durasi orang menggunakan ponsel pintar atau pun tablet PC.

Kondisi yang mengganggu tersebut antara lain disebabkan karena posisi tubuh dengan leher dan kepala tertarik ke depan dan menunduk dalam waktu lama sehingga terjadi peregangan leher.  

Minggu, 15 Januari 2012

13 Cara Alternatif Mengusir Sakit Kepala


Sakit kepala yang secara medis dikenal sebagai cephalalgia adalah kondisi terdapatnya rasa sakit di kepala, kadang di leher bagian belakang leher atau punggung bagian atas. Gangguan sakit kepala sekilas memang terlihat sebagai suatu masalah yang sepele, namun kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas.

Ada banyak cara untuk mengatasi serangan sakit kepala, salah satunya dengan minum obat pereda nyeri. Namun ada pula beberapa cara alternatif yang bisa Anda gunakan untuk mengusir penderitaan akibat sakit kepala:

Sabtu, 14 Januari 2012

4 Makanan Pemicu Sakit Kepala


Sakit kepala ataupun migren merupakan jenis penyakit paling umum dan pernah dialami oleh semua orang. Banyak faktor yang dapat memicu sakit kepala, seperti sinusitis, stres, dan ketegangan mental. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa pola diet atau konsumsi makanan tertentu juga mempunyai kontribusi besar terhadap kondisi ini.

Pakar diet Dr Sunita Dube setuju dengan pendapat bahwa makanan dapat memicu sakit kepala. "Di samping riwayat keluarga dengan migren dan stres, makanan mungkin bertanggung jawab sebesar 30 persen sebagai penyebab migren. Tetapi, kondisi lain, seperti perubahan hormonal, stres, kebiasaan tidur, dan depresi, tetap mempunyai persentase lebih tinggi," katanya.

Jumat, 13 Januari 2012

Gestational Diabetes


Gestational diabetes berkembang selama masa kehamilan. Seperti jenis diabetes lainnya, gestational diabetes mempengaruhi bagaimana sel-sel tubuh menggunakan gula (glukosa), yang merupakan bahan bakar utama tubuh. Gestational diabetes menyebabkan gula darah tinggi, sehingga dapat mempengaruhi kehamilan dan kesehatan bayi. Ibu hamil dapat membantu mengelola gestational diabetes dengan mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, dan jika perlu mengonsumsi obat. Merawat diri dapat memastikan kehamilan yang sehat untuk dan awal yang sehat untuk bayi. Dalam gestational diabetes, gula darah biasanya kembali normal segera setelah melahirkan. Tetapi jika sudah menderita gestational diabetes, maka akan berisiko tinggi mengalami diabetes tipe 2 di masa mendatang.

Kamis, 12 Januari 2012

10 Mitos Penggunaan Obat yang Keliru


Obat dapat dilihat sebagai pedang bermata dua. Dapat memberikan kesembuhan, namun dapat pula menyebabkan kesakitan bahkan kematian. 

Masalah penggunaan obat yang baik dan benar masih menjadi fenomena kompleks. Banyak mitos keliru yang berkembang di masyarakat tentang penggunaan obat yang justru dapat memperburuk derajat kesehatan seseorang.

Penggunaan obat dapat dikatakan rasional apabila indikasi penggunaannya tepat, dosis dan cara pemberian tepat, lama pemberian tepat, dan biaya terjangkau.